Search for collections on Repository Universitas Cokroaminoto Palopo

INTERFERENSI DIALEK BASTEM TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA TINDAK TUTUR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TONGKONAN SATAP

LUSIN, LUSIN (2026) INTERFERENSI DIALEK BASTEM TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA TINDAK TUTUR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TONGKONAN SATAP. Sarjana S1 thesis, UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO.

[thumbnail of LUSIN-2201403016.pdf] Text
LUSIN-2201403016.pdf

Download (1MB)

Abstract

LUSIN. 2026. Interferensi Dialek Bastem Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Tindak Tututr Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tongkonan Satap (dibimbing oleh M. Nur Hakim dan Etik)

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi dialek Bastem yang muncul dalam penggunaan bahasa Indonesia pada tindak tutur
siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tongkonan Satap, (2) mengidentifikasi faktorfaktor penyebab terjadinya interferensi tersebut, dan (3) menganalisis tingkat dominasi interferensi dialek Bastem dalam komunikasi siswa menggunakan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa tuturan lisan siswa yang mengandung gejala interferensi, dikumpulkan melalui teknik observasi, simak, catat, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas komunikasi di dalam maupun di luar kelas. Sumber data primer adalah siswa kelas VIII yang merupakan penutur dialek Bastem, sedangkan sumber data sekunder berasal daeri guru bahasa dan dokumentasi sekolah. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia pada tindak tutur siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tongkonan Satap masih sangat dipengruhi oleh dialek Bastem. Ditemukan empat bentuk interferensi, yaitu interferensi fonologi, morfologi, sintaksis, dan leksikal. Interferensi fonologi tampak pada perubahan dan pelafalan bunyi yang dipengaruhi logat Bastem; interferensi morfologi ditandai dengan penggunaan partikel khas daerah seperti mi, ji, ki, dan ka dalam tuturan bahasa indonesia; interferensi sintaksis terlihat pada susunan kalimat yang mengikuti pola bahasa daerah, seperti penempatan subjek di akhir kalimat; sedangkan interferensi leksikal yang merupakan jenis paling dominan dan paling sering muncul, ditandai dengan penyisipan kosakata dialek Bastem seperti pi, iyo, ji, mi, dan adami ke dalam tuturan berbahasa Indonesia. Faktor utama penyebab terjadinya interferensi adalah pengaruh bahasa ibu, lingkungan keluarga, lingkungan pergauln, kurangnya openguasaan bahasa Indonesia baku, serta kebiasaan berbahasa siswa sehari-hari yang lebih dominan menggunakan dialek Bastem.

Item Type: Skripsi ( Sarjana S1 )
Uncontrolled Keywords: interferensi, dialek Bastem, tindak tutur, bahasa indonesia, bilingualisme.
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Profesi Guru > Bahasa Indonesia
Depositing User: Mrs Dachliana Baderu, S.T.
Date Deposited: 06 Nov 2026 06:38
Last Modified: 06 Nov 2026 06:38
URI: https://repository.uncp.ac.id/id/eprint/786

Actions (login required)

View Item
View Item