NURCAYA, NURCAYA (2025) PENERAPAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS III SDN 93 TOMBANG KABUPATEN LUWU. Sarjana S1 thesis, UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO.
NURCAYA 2001414052.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Nurcaya. 2025. Penerapan Model Creative Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas Kabupaten Luwu (dibimbing oleh Sri Damayanti & Erni)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif
siswa kelas III SDN 93 Tombang Kabupaten Luwu melalui penerapan model
pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Penerapan model Creative
Problem Solving (CPS) dalam penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa
tahapan, yaitu klarifikasi masalah, pengungkapan gagasan, evaluasi dan pemilihan
solusi, serta implementasi solusi. Jenis penelitian yang digunakan adalah
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing
masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan
refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa yang terdiri dari 8 siswa laki-laki
dan 9 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi
dan tes. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan
pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa, dan tes kemampuan berpikir.
Dengan menggunakan teknik analisis data berupa kuantitatif deskriptif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Creative Problem Solving (CPS)
efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas III SDN 93
Tombang Kabupaten Luwu. Hal ini terlihat dari meningkatnya keaktifan siswa
dalam mengemukakan ide, memberikan solusi, dan menyampaikan pendapat
selama pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan peningkatan aktivitas guru
dari siklus I ke siklus II, dari skor 8 (80%, kategori baik) menjadi 8 (83%,
kategori sangat baik). Sedangkan untuk hasi aktivitas siswa menunjukkan
peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II, dengan skor dari 19 (59%
kategori cukup aktif) menjadi 23 (72%, kategori aktif). Hal ini membuktikan
bahwa tindakan pada siklus II lebih efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa.
Hasil tes kemampuan berpikir kreatif menunjukkan bahwa hanya 2 siswa (12%)
yang berada pada kategori kreatif, sedangkan 7 siswa (41%) cukup kreatif, 7
siswa (41%) kurang kreatif, dan 1 siswa (6%) tidak kreatif. Pada siklus II hasil tes
kemampuan berpikir kreatif, terjadi peningkatan yang signifikan, dimana 100%
(17 siswa) telah berhasil mencapai indikator keberhasilan, yang dijabarkan
sebanyak 15 siswa (88%) masuk kategori kreatif dan 2 siswa (12%) masuk
kategori sangat kreatif. Dengan demikian, penerapan model Creative Problem
Solving terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas III
SDN 93 Tombang Kabupaten Luwu.
| Item Type: | Skripsi ( Sarjana S1 ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Creative Problem Solving, kemampuan berpikir kreatif, pembelajaran IPAS, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar |
| Depositing User: | Mrs Dachliana Baderu, S.T. |
| Date Deposited: | 27 Sep 2026 07:20 |
| Last Modified: | 27 Sep 2026 13:51 |
| URI: | https://repository.uncp.ac.id/id/eprint/414 |
