SRIMULYANI, SRIMULYANI (2025) ANALISIS RANTAI PASOK KOPI ROBUSTA DI DESA TABI KECAMATAN BASTEM KABUPATEN LUWU. Sarjana S1 thesis, UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO.
2102405088-SRIMULYANI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB) | Request a copy
2102405088-SRIMULYANI-BAB I-II.pdf
Download (132kB)
Abstract
Srimulyani. 2025. Analisis Rantai Pasok Kopi Robusta di Desa Tabi Kecamatan Bastem Kabupaten Luwu (dibimbing oleh Erni Firdamayanti dan Safaruddin).
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi saluran rantai pasok kopi robusta di Desa Tabi, Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu; (2) menganalisis tantangan dan peluang pada setiap mata rantai; serta (3) mendeskripsikan persepsi aktor terhadap aspek harga, akses pasar, infrastruktur, dan dukungan eksternal. Penelitian dilaksanakan di Desa Tabi pada Mei–Juli 2025 menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan campuran kualitatif–kuantitatif. Populasi sekaligus sampel penelitian (total sampling) berjumlah 36 orang yang mencakup 20 petani, 2 pedagang pengumpul, 2 pedagang pengecer, 10 konsumen rumah tangga, dan 2 konsumen pelaku usaha. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi- terstruktur, kuesioner skala Likert, serta dokumentasi; dianalisis secara deskriptif kualitatif (pemetaan saluran, isu, peluang) dan deskriptif kuantitatif (rekap persentase persepsi). Hasil menunjukkan bahwa rantai pasok kopi robusta di Desa Tabi terdiri atas tiga jalur utama, yaitu petani menjual kopi kepada pengumpul, petani menjual langsung kepada konsumen, petani menjual melalui pengumpul yang kemudian menyalurkan ke pengecer hingga ke konsumen akhir, serta kopi dari petani dibeli terlebih dahulu oleh pengumpul, kemudian dijual kepada pedagang besar yang memasarkan produk tersebut kepada konsumen akhir. Jalur petani ke pengumpul menjadi yang paling dominan (80%) karena dianggap lebih praktis meskipun harga jual di tingkat petani lebih rendah. Tantangan utama dalam rantai pasok meliputi rendahnya harga jual, kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai, keterbatasan teknologi pascapanen, serta minimnya informasi pasar. Meskipun demikian, terdapat peluang besar berupa meningkatnya permintaan terhadap kopi, potensi pembentukan koperasi atau BUMDes, pemanfaatan pemasaran digital, serta penguatan merek lokal “Kopi Desa Tabi.” Persepsi para aktor dalam rantai pasok juga menunjukkan perbedaan pandangan: petani menilai harga dan akses pasar masih rendah, pengumpul menekankan pentingnya kemitraan jangka panjang, pengecer bersikap optimistis terhadap pengembangan branding dan pemasaran digital, sedangkan konsumen rumah tangga puas dengan kualitas rasa kopi robusta, dan konsumen pelaku usaha menilai pasokan kopi relatif stabil serta tertarik pada inovasi kemasan produk.
Kata kunci: Rantai pasok, kopi robusta
| Item Type: | Skripsi ( Sarjana S1 ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Rantai pasok, kopi robusta |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Agribisnis |
| Depositing User: | Mrs Fitrah Eka Susilawaty |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 08:00 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 08:00 |
| URI: | https://repository.uncp.ac.id/id/eprint/222 |
